22 Oktober 2026: IHSG Rebound 3 Hari ke 5.387, Lantai 5.185 Bertahan, tapi Asing Net Sell Rp 1,47 Triliun
Muhammad Brian Abdillah · October 22, 2026 · 5 menit baca · Diperbarui October 23, 2026
IHSG naik 1,12% ke 5.387,91 setelah lantai 5.185 bertahan untuk ketiga kalinya. Rebound ditopang domestik, asing masih net sell Rp 1,47 triliun.

IHSG sempat terperosok 2,68% ke 5.185,53 pada Kamis (22/10/2026), lalu berbalik dan menutup naik 1,12% di 5.387,91. Level 5.185 itu sudah kami lihat dua kali sebelumnya: sebagai penutupan 16 Okt (5.185,11) dan sebagai low intraday 21 Okt (5.185,36). Tiga kali diuji, tiga kali bertahan. Pertanyaannya, siapa yang menahannya, karena asing masih net sell Rp 1,47 triliun hari itu.
Dibuka merah, ditutup hijau
IHSG dibuka melemah 1,51% ke 5.247, lalu menyentuh 5.185,53. Dari low itu indeks naik 3,90% sampai high 5.422,59 dan menutup di 5.387,91, atau 85,4% dari rentang harian. Di bursa, 489 saham naik, 216 turun, 258 stagnan, dan LQ45 menguat 1,64%.
Transaksinya tidak ramai. Nilai transaksi indeks Rp 16,19 triliun, turun 8,7% dari 21 Okt (Rp 17,72 triliun) dan jauh di bawah Rp 26,47 triliun saat IHSG melonjak 5,65% pada 20 Okt. Kapitalisasi pasar naik Rp 103,27 triliun ke Rp 9.482,56 triliun.
Tiga sesi naik membawa IHSG 7,83% di atas penutupan 19 Okt. Tapi indeks masih 8,12% di bawah penutupan 15 Okt, sehari sebelum anjlok 11,57% pada 16 Okt.
Siapa yang menahan 5.185?
Domestik. Pada 22 Okt asing buy Rp 4,67 triliun dan sell Rp 6,15 triliun, jadi net sell Rp 1,47 triliun. Sisi domestik adalah cerminnya: net buy Rp 1,47 triliun.
Tanggal | IHSG | Perubahan | Net asing (reguler) |
|---|---|---|---|
16 Okt | 5.185,11 | -11,57% | Rp -3,40 triliun |
19 Okt | 4.996,61 | -3,64% | Rp -2,28 triliun |
20 Okt | 5.278,89 | +5,65% | Rp -2,13 triliun |
21 Okt | 5.328,36 | +0,94% | Rp -0,53 triliun |
22 Okt | 5.387,91 | +1,12% | Rp -1,47 triliun |
Baris 20 Okt yang paling janggal: indeks naik 5,65% sementara asing net sell Rp 2,13 triliun. Rebound ini jelas ditopang pelaku domestik. Sejak 16 Okt asing net sell Rp 9,81 triliun dalam lima sesi, dan sejak 18 Sep ada 22 sesi net sell dari 25 sesi dengan total Rp 21,02 triliun. Tekanan sempat mereda di 21 Okt, lalu membesar sekitar 2,8 kali lipat keesokan harinya.
BMRI di-buy, BBCA tertinggal
Peringatan dulu: angka per saham di bawah berasal dari sekelompok broker asing pilihan saja.
Saham | Net buy/sell (lot) | Nilai |
|---|---|---|
BMRI | +589.915 | Rp 223,70 miliar |
ASII | +126.361 | Rp 56,77 miliar |
AMRT | +499.294 | Rp 53,65 miliar |
GOTO | +17.577.798 | Rp 44,27 miliar |
DMAS | +1.981.180 | Rp 42,46 miliar |
BBCA | -1.134.621 | Rp -589,84 miliar |
TLKM | -1.349.927 | Rp -292,80 miliar |
BBRI | -754.575 | Rp -215,18 miliar |
BBNI | -225.580 | Rp -74,60 miliar |
TINS | -111.328 | Rp -43,28 miliar |
BBCA ditutup 5.175 (-1,90%), satu-satunya dari empat saham besar di bawah yang turun saat indeks naik. Net sell di sampel setara 39,5% volume BBCA hari itu (113,46 juta lembar dari 286,93 juta lembar). Sekitar separuhnya lewat satu kode: AK net sell 574.430 lot (Rp 298,98 miliar). Kode yang sama net buy BMRI 640.830 lot (Rp 242,96 miliar), lebih besar dari net buy sampel untuk BMRI, jadi broker lain di sampel justru sedikit net sell BMRI.
Kami tidak bisa memastikan itu klien yang sama, karena satu kode broker menampung banyak klien. Tapi arah yang berlawanan di dua bank besar dalam satu hari layak dicatat.
Tiap garis adalah perubahan harga penutupan terhadap hari pertama periode, dalam persen.
Sejak 15 Okt, BBCA turun 14,81%, hampir dua kali lipat IHSG (-8,12%). BMRI hanya turun 3,27%.
Saham | Tutup 22 Okt | Hari ini | Sejak 15 Okt |
|---|---|---|---|
BBCA | 5.175 | -1,90% | -14,81% |
BBRI | 2.900 | +3,20% | -6,45% |
BMRI | 3.850 | +4,05% | -3,27% |
TLKM | 2.200 | +3,77% | -1,35% |
Semua sektor masih merah sejak 15 Okt
Energi paling kuat hari itu (+1,88%). Teknologi satu-satunya yang turun (-0,66%). Keuangan (-4,61%) dan transportasi (-4,40%) sudah pulih paling jauh sejak 15 Okt, sedangkan konsumer siklikal, industri, kesehatan, dan bahan baku masih sekitar 10,5% sampai 10,9% di bawah.
Sektor | Hari ini | Sejak 15 Okt |
|---|---|---|
Energi | +1,88% | -8,03% |
Transportasi | +1,64% | -4,40% |
Infrastruktur | +1,28% | -9,78% |
Keuangan | +1,25% | -4,61% |
Kesehatan | +1,09% | -10,61% |
Bahan Baku | +0,94% | -10,48% |
Konsumer Non-Siklikal | +0,88% | -7,86% |
Konsumer Siklikal | +0,60% | -10,86% |
Properti | +0,52% | -5,43% |
Industri | +0,36% | -10,80% |
Teknologi | -0,66% | -9,27% |
Apa pemicunya?
Kami tidak menemukan laporan yang menjelaskan kenapa indeks berbalik dari 5.185 pagi itu, dan kami tidak mau menebaknya. Yang bisa dipastikan hanya latarnya. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75%, menaikkan Deposit Facility ke 5%, dan menurunkan GWM dalam RDG 20 sampai 21 Okt (laporan investor.id). Isu MSCI, yaitu rencana menurunkan status Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market, masih jadi bayang-bayang menurut pemberitaan investortrust.id. Dua hal itu konteks, bukan penjelasan untuk pembalikan 22 Okt.
Yang perlu dipantau
Resistance 5.400 dan support 5.300 yang dipantau Phintraco Sekuritas (dikutip investor.id). IHSG perlu bertahan di atas 5.400 untuk melanjutkan penguatan.
BBCA: apakah net sell asing berlanjut, atau BBCA ikut BBRI dan BMRI naik.
Net sell asing: apakah kembali mengecil seperti 21 Okt (Rp 0,53 triliun) atau melebar lagi seperti 22 Okt.
Saham di artikel ini
Perubahan harga penutupan sejak artikel ini terbit.
Artikel ini adalah riset untuk edukasi, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan dan risiko investasi tetap di tangan kamu.


