Market 23 Oktober: IHSG Naik ke 5.439, tapi Asing Masih Net Sell Rp1,62 Triliun

Muhammad Brian Abdillah · October 23, 2026 · 4 menit baca

IHSG naik 0,95% ke 5.439 pada 23 Oktober 2026, tetapi asing masih mencatat net sell Rp1,62 triliun di pasar reguler.

BagikanWhatsAppTelegramX

IHSG menutup Jumat, 23 Oktober 2026 di 5.439,258, naik 0,95% atau 51,353 poin. Rebound empat hari memang berlanjut, tetapi arus asing belum ikut berbalik: pasar reguler mencatat net sell Rp1,62 triliun.

Apakah kenaikan indeks ini sudah cukup kuat untuk mengubah cerita setelah tekanan besar pekan lalu?

IHSG lanjut naik, tetapi transaksi justru mendatar

Indeks bergerak dari low 5.366,294 ke high 5.455,211 sebelum menutup di 5.439,258. Artinya, IHSG menutup di sekitar 82,1% rentang harian dan 1,36% di atas low. Kapitalisasi pasar naik sekitar Rp100,56 triliun menjadi Rp9.583,12 triliun.

Nilai transaksi mencapai Rp16,18 triliun, nyaris sama dengan Kamis dan sedikit turun 0,06%. Jadi, kenaikan hari ini lebih menunjukkan harga yang terus pulih ketimbang lonjakan partisipasi baru.

Sejak penutupan 16 Oktober di 5.185,105, IHSG sudah memantul 4,90%. Namun jaraknya masih besar dari rekor 9.134,70 pada 20 Januari 2026 dan penutupan akhir 2025 di 8.646,94.

Arus asing belum memberi konfirmasi

Tanggal

IHSG

Net asing

20 Okt

5.278,888

Rp2,13 triliun net sell

21 Okt

5.328,360

Rp527,80 miliar net sell

22 Okt

5.387,905

Rp1,47 triliun net sell

23 Okt

5.439,258

Rp1,62 triliun net sell

Dalam empat sesi terakhir, asing mencatat net sell Rp5,75 triliun. Sejak 18 September, arus asing tercatat negatif Rp22,65 triliun dalam 23 dari 26 sesi.

Ini membuat rebound indeks belum mendapat konfirmasi dari sisi flow. Nilai arus asing ini hanya mencakup pasar reguler; nilainya tidak bisa dibandingkan langsung dengan nilai transaksi indeks yang mencakup cakupan berbeda.

Bank besar masih di-sell

Angka berikut merupakan sampel 12 broker dan bukan seluruh transaksi asing. Karena itu, angka per saham tidak boleh dijumlahkan dengan net asing total pasar.

Paling banyak di-buy dalam sampel

Net value

EMAS

Rp33,42 miliar

AALI

Rp31,68 miliar

DSSA

Rp31,61 miliar

CUAN

Rp28,58 miliar

Paling banyak di-sell dalam sampel

Net value

BBCA

Rp787,27 miliar

BBRI

Rp219,50 miliar

BBNI

Rp86,48 miliar

GOTO

Rp76,84 miliar

BBCA turun 2,90% ke Rp5.025. BBRI masih naik 0,34% ke Rp2.910 dan BMRI naik 1,30% ke Rp3.900. Tekanan pada BBCA dan BBRI dalam sampel ini membuat penguatan sektor finansial yang hanya 0,14% terasa lebih rapuh dibanding kenaikan sektor lain.

Semua sektor hijau, consumer cyclicals dan industrials leading

Sektor

Hari ini

Consumer Cyclicals

+3,13%

Industrials

+3,12%

Energy

+2,48%

Infrastructures

+1,91%

Transportation & Logistics

+1,59%

Consumer Non-Cyclicals

+0,98%

Basic Materials

+0,74%

Properties & Real Estate

+0,71%

Technology

+0,46%

Financials

+0,14%

Healthcare

+0,09%

Lebarnya kenaikan adalah bagian paling konstruktif dari sesi ini. Tidak ada sektor yang merah. Namun sektor finansial, yang berbobot besar di IHSG, hanya bergerak tipis ketika BBCA dan BBRI menjadi sasaran net sell dalam sampel broker.

Pasar masih memantau isu klasifikasi Indonesia

Sentimen pasar masih dibayangi konsultasi MSCI mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia menjadi standalone market. Presiden Prabowo menyatakan penolakannya terhadap tekanan eksternal, sementara konsultasi itu sendiri tetap menjadi perhatian investor. Associated Press

Menjelang sesi Jumat, pelaku pasar juga menanti tindak lanjut reformasi pasar modal, termasuk transparansi kepemilikan saham dan rencana penyesuaian perhitungan indeks. EmitenNews

Yang perlu dipantau berikutnya

  1. Apakah IHSG bisa bertahan di atas 5.400 setelah sempat menyentuh 5.455,211.

  2. Apakah net sell asing yang sudah Rp5,75 triliun dalam empat sesi mulai mengecil.

  3. Apakah sektor finansial bisa ikut menguat lebih jelas ketika bank besar masih menghadapi tekanan sell.

Baca juga: IHSG Rebound 3 Hari ke 5.387, Lantai 5.185 Bertahan, tapi Asing Net Sell Rp1,47 Triliun

Saham di artikel ini

Perubahan harga penutupan sejak artikel ini terbit.

BagikanWhatsAppTelegramX

Artikel ini adalah riset untuk edukasi, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan dan risiko investasi tetap di tangan kamu.

Artikel lainnya