Market 21 Oktober 2026: IHSG Naik 0,94% ke 5.328, Net Sell Asing Menciut Jadi Rp 528 MiliarMarket
Muhammad Brian Abdillah · October 21, 2026 · 5 menit baca · Diperbarui October 22, 2026
IHSG naik 0,94% ke 5.328 pada 21 Okt 2026, tutup di high dua hari beruntun. Net sell asing menciut jadi Rp 528 miliar, turun 75% dari Selasa.

IHSG ditutup di 5.328,36 pada Rabu 21 Oktober 2026, naik 49,47 poin atau 0,94%. Ini hari kedua beruntun indeks tutup persis di high hariannya. Asing masih net sell, tapi tinggal Rp 528 miliar, turun 75% dari Selasa (Rp 2,13 triliun).
Pertanyaannya sekarang: ini awal stabilisasi, atau jeda sebentar?
Dip pagi berhenti tepat di penutupan Jumat
Low harian 5.185,36 hanya 0,25 poin di atas penutupan Jumat 16 Oktober (5.185,11). Dari situ IHSG naik 2,76% sampai tutup di high 5.328,36. Kebetulan atau tidak, level yang jadi dasar hari ini adalah level yang sama yang kemarin kita lewati ke atas.
Tapi tenaganya menipis. Nilai transaksi Rp 17,7 triliun, 67% dari Selasa (Rp 26,5 triliun) dan 71% dari Senin (Rp 25,1 triliun). Rebound dengan transaksi yang terus mengecil bisa berarti jual-jualan reda, atau bisa berarti yang masuk makin sedikit. Data hari ini belum bisa membedakannya.
Kapitalisasi pasar bertambah sekitar Rp 92 triliun jadi Rp 9.379 triliun, masih Rp 896 triliun di bawah posisi 15 Oktober.
Net sell asing menciut empat hari berturut-turut
Tanggal | IHSG | Net asing |
|---|---|---|
16 Okt | 5.185,11 (-11,57%) | -Rp 3,40 T |
19 Okt | 4.996,61 (-3,64%) | -Rp 2,28 T |
20 Okt | 5.278,89 (+5,65%) | -Rp 2,13 T |
21 Okt | 5.328,36 (+0,94%) | -Rp 528 M |
Asing buy Rp 6,14 triliun dan sell Rp 6,67 triliun. Domestik menampung selisihnya. Empat hari ini total net sell asing Rp 8,33 triliun. Sejak 18 September, asing net sell di 21 dari 24 sesi dengan total sekitar Rp 19,5 triliun. Angka Rp 528 miliar sesuai dengan yang dilaporkan CNBC Indonesia.
Polanya jelas turun, tapi satu hari kecil tidak mengubah total. Aliran keluar sebesar ini masih jauh dari kebiasaan sebelum 16 Oktober, saat net sell harian rata-rata sekitar Rp 700 miliar. Sekarang justru di bawah itu.
BBCA balik ke net buy, tambang masih di-sell
Data per saham ini dari leg asing di 12 broker yang kami pantau (AK, BK, ZP, KZ, RX, CS, YU, DP, CG, GW, MS, ML). Ini bukan seluruh transaksi asing, jadi jangan dijumlahkan.
Saham | Net lot | Net nilai |
|---|---|---|
BBCA | +219.282 | +Rp 116 M |
AMRT | +385.594 | +Rp 40,6 M |
DMAS | +1.658.597 | +Rp 34,4 M |
TPIA | +252.231 | +Rp 32,7 M |
BMRI | -230.624 | -Rp 84,5 M |
ANTM | -246.234 | -Rp 66,1 M |
EMAS | -76.664 | -Rp 50,2 M |
PTBA | -159.490 | -Rp 48,9 M |
TLKM | -219.028 | -Rp 46,0 M |
TINS | -108.234 | -Rp 39,6 M |
BBCA paling mencolok. Kemarin net sell asing di saham ini Rp 947 miliar, hari ini berbalik jadi net buy Rp 116 miliar, dengan harga tutup 5.275 (+1,44%). Asing ada di 47% sisi buy dan 42% sisi sell volume BBCA, jadi sahamnya masih sangat dikuasai arus mereka. Dibanding 15 Okt, BBCA masih 13,17% di bawah, BBRI 9,35% (tutup 2.810) dan BMRI 7,04% (tutup 3.700).
Daftar net sell didominasi tambang: ANTM, EMAS, PTBA dan TINS. TLKM bolak-balik: Senin di-sell Rp 515 miliar, Selasa di-buy Rp 213 miliar, hari ini di-sell lagi Rp 46 miliar.
BMRI jadi net sell terbesar di data kami, dan juga di data CNBC, meski angkanya beda karena cakupan datanya berbeda.
Sektor: kesehatan memimpin, teknologi balik ke bawah
Sektor | Penutupan | Hari ini | Sejak 15 Okt |
|---|---|---|---|
Kesehatan | 1.297,76 | +3,35% | -11,57% |
Properti | 706,12 | +1,77% | -5,92% |
Infrastruktur | 1.409,02 | +1,47% | -10,92% |
Konsumer Non-Siklikal | 612,96 | +1,44% | -8,67% |
Konsumer Siklikal | 750,02 | +1,25% | -11,39% |
Keuangan | 1.217,45 | +0,71% | -5,78% |
Barang Baku | 1.422,27 | +0,60% | -11,31% |
Energi | 2.598,80 | +0,57% | -9,72% |
Transportasi | 1.581,94 | +0,17% | -5,94% |
Industri | 1.305,24 | -0,59% | -11,12% |
Teknologi | 5.175,83 | -1,12% | -8,67% |
Cuma dua sektor yang turun, dan teknologi yang paling dalam. Padahal Selasa teknologi naik 3,93%. Kesehatan, yang paling dalam lubangnya sejak 15 Okt, naik paling tinggi. Keuangan, properti dan transportasi paling dekat dengan posisi sebelum anjlok (sekitar -6%).
Apa kata pasar soal penyebabnya?
Industry.co.id mengaitkan kenaikan ini sebagian dengan keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%, dan menyebut bursa global ditutup naik. Artikel yang sama mencatat Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah tidak gentar menghadapi usulan MSCI, dan GIC serta Temasek membantah tuduhan di balik dorongan penurunan status Indonesia.
Itu konteks dari satu sumber. Data Tumbas tidak bisa memisahkan efek masing-masing, dan konsultasi MSCI sendiri masih berjalan sampai 30 April 2027.
Yang perlu dipantau
Pertama, apakah net sell asing turun lagi atau naik kembali. Kedua, apakah BBCA terus di-buy asing atau cuma sehari. Ketiga, apakah nilai transaksi berhenti mengecil. Ulasan sebelumnya ada di sini.
Saham di artikel ini
Perubahan harga penutupan sejak artikel ini terbit.
Artikel ini adalah riset untuk edukasi, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan dan risiko investasi tetap di tangan kamu.


