Market: 12 Oktober, IHSG Ambles 2,59% ke 5.936, Asing Malah Net Buy

Muhammad Brian Abdillah · October 12, 2026 · 3 menit baca · Diperbarui October 16, 2026

IHSG turun 2,59% ke 5.936 pada 12 Okt 2026, terendah sejak Juli. Semua sektor merah, energi -5,88%, tapi asing justru net beli Rp 81 miliar.

BagikanWhatsAppTelegramX

IHSG ditutup di 5.936,15 hari ini, Senin 12 Oktober 2026, turun 157,61 poin atau 2,59%. Ini penutupan terendah sejak 10 Juli dan koreksi harian paling dalam sejak 30 Juni. Yang bikin penasaran: asing justru tercatat net beli Rp 81,1 miliar di pasar reguler, pertama kali setelah 16 sesi net sell beruntun.

Jadi siapa yang jual?

IHSG
5.936,15
-2,59%
Sektor Energi
-5,88%
terdalam hari ini
Net asing
+Rp 81,1 M
pasar reguler
Nilai transaksi
Rp 13,65 T
median 20 sesi Rp 12,64 T

Pagi sempat hijau, sore dijual habis

Indeks sempat naik ke 6.128,72, di atas penutupan Jumat. Setelah itu tekanan jual datang terus sampai titik terendah 5.917,39, dan IHSG tutup cuma 19 poin di atasnya. Rentang 211 poin dalam sehari, dan penutupan yang nempel di low, mengindikasikan seller pegang kendali sampai bel terakhir. Tidak ada usaha buying back di menit-menit akhir.

Level 6.000 yang bertahan sejak pertengahan Juli akhirnya jebol. Dari penutupan 8 September di 6.686,44, IHSG sudah turun 11,2%. Dihitung dari akhir 2025, minusnya 31,3%.

Energi yang paling babak belur

Tidak ada satu pun sektor yang selamat hari ini.

Sektor

Penutupan

Perubahan

Energi

2.973,54

-5,88%

Industri

1.495,24

-5,20%

Infrastruktur

1.619,43

-4,72%

Transportasi

1.712,85

-3,44%

Barang Baku

1.627,29

-2,96%

Teknologi

5.640,25

-2,88%

Konsumer Siklikal

886,17

-2,23%

Properti

734,50

-1,34%

Keuangan

1.302,01

-0,98%

Konsumer Non-Siklikal

674,99

-0,93%

Kesehatan

1.457,62

-0,77%

Energi bukan cuma turun paling dalam, tapi juga paling ramai: nilai transaksinya Rp 3,76 triliun, naik dari Rp 2,24 triliun hari Jumat.

Kontrasnya ada di sektor bank. Keuangan, yang bobotnya paling besar di IHSG, cuma turun 0,98%. Artinya jatuhnya indeks hari ini lebih banyak didorong saham energi, industri dan infrastruktur, bukan bank-bank besar.

Kalau asing beli, yang jual siapa?

Domestik. Karena tiap lembar yang dibeli pasti ada yang menjual, net beli asing Rp 81,1 miliar berarti domestik net jual dengan angka yang sama persis.

Angka net-nya memang tipis. Tapi lihat konteksnya: dalam 16 sesi sebelumnya (18 Sep sampai 9 Okt), asing keluar Rp 11,72 triliun tanpa jeda sehari pun. Hari ini, saat indeks jatuh paling dalam dalam tiga bulan, asing malah tidak ikut jual bersih. Pembelian asing kotor Rp 4,17 triliun juga tertinggi sejak 29 September.

Apakah ini tanda asing mulai balik? Terlalu cepat untuk bilang begitu. Satu sesi net beli tipis belum jadi tren, dan analis Mirae Asset memperkirakan arus asing di Oktober masih volatil dan belum langsung berbalik jadi net beli berkelanjutan, dengan keputusan MSCI di November sebagai salah satu faktor yang ditunggu.

Yang perlu dipantau minggu ini

Pertama, apakah net beli asing berlanjut atau cuma sehari. Kedua, apakah 6.000 bisa direbut lagi dengan cepat atau malah jadi resisten baru. Sebagai pembanding, Kiwoom Sekuritas memasang skenario dasar konsolidasi IHSG di rentang 5.700–6.450 untuk Oktober, sementara Mirae Asset di 5.900–6.500. Low hari ini di 5.917 sudah mepet batas bawah versi Mirae.

Di luar itu, pembaruan status pembekuan indeks Indonesia oleh MSCI dijadwalkan akhir Oktober 2026, dan BEI mulai membuka kembali short selling secara bertahap sejak 1 Oktober. Dua hal ini bisa jadi pemicu besar ke arah mana pun.

BagikanWhatsAppTelegramX

Artikel ini adalah riset untuk edukasi, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan dan risiko investasi tetap di tangan kamu.

Artikel lainnya